Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo No. 42, Sekarsuli, Klaten Utara, Jawa Tengah, Indonesia.
(0272) 335 2002
training.vhsklaten@gmail.com

Karir atau Gaji? Mana yang Lebih Penting?

Mencetak Lulusan Siap Kerja di Hotel & Kapal Pesiar

Karir atau Gaji? Mana yang Lebih Penting?

Banyak diantara para pelamar kerja atau karyawan yang meminta gaji besar, namun dari hasil wawancara yang dilakukan, mereka masih belum mimiliki kompetensi yang diinginkan perusahaan dan belum layak untuk mendapatkan gaji seperti yang mereka harapkan. Mereka terjebak hanya karena faktor “Gaji”, sehingga perusahaan enggan untuk menerimanya. Seharusnya, mereka dapat berfokus untuk “belajar” dan “meniti karir”.

Lalu apa hubungannya karir dengan gaji?

Bila dilihat dari sudut pandang pengusaha, mereka akan memberikan gaji sesuai dengan kompetensi, kinerja dan aturan pemerintah yang berlaku. Bila Anda baru saja lulus, lantas meminta gaji yang tidak sesuai dengan ketiga hal tersebut, tentunya akan sulit bagi perusahaan untuk menerima Anda. Lantas, bagaimana kuncinya?

Gaji yang Anda terima akan naik selaras dengan perkembangan karir Anda. Fokuskan tujuan Anda bekerja adalah untuk belajar, berkarya dan meraih impian karir Anda.

Berikut adalah kunci untuk meraih impian Anda

1. Tentukan Tujuan Anda

Buatlah perencanaan yang matang atas impian Anda. Lalu buatlah tahapan-tahapan untuk meraihnya secara rinci. Contoh, Anda ingin menjadi Direktur Pemasaran dalam 8 tahun ke depan. Lalu, tahapan-tahapannya sesuai dengan jenjang karir di perusahaan Anda beserta durasinya. Misalnya, meraih posisi Sales Executive (2 tahun), Sales manager (3 tahun), Senior Sales Manager (3 tahun) dan naik menjadi Direktur Pemasaran.

2. Bertahan dan Belajar di Posisi Anda

Seperti contoh diatas, rentang kenaikan karir di setiap posisi adalah sekitar 2 hingga 3 tahun. Sebatas contoh ya, karena tidak menutup kemungkinan karir Anda lebih cepat naik karena potensi dan skill Anda memang besar namun jika dilihat dari sisi “career planning”, hal tersebut memiliki makna yang mendalam. Jika dihubungkan dari sudut pandang pengembangan kompetensi, tahun pertama adalah tahun dimana Anda belajar untuk menduduki posisi baru. Lalu, tahun kedua dan ketiga adalah aplikasi dari penguatan kompetensi pada posisi Anda.

Jika dilihat dari perspektif perusahaan, ditahun pertama biasanya mereka akan banyak memberikan pelatihan untuk Anda dan ditahun kedua atau ketiga mereka menginginkan investasi yang sudah dikeluarkan dapat Anda kembalikan melalui performa kerja Anda.

Lalu, bagaimana bila profesi Anda berhubungan dengan keahlihan khusus yang tidak terdapat jenjang karir secara vertikal misalnya profesi dokter, ahli biologi, arsitek, atau para ahli dibidang lainnya? “Belajar” adalah jawaban yang sangat relevan karena semakin keahlihan Anda meningkat, maka perusahaan juga akan melihat dari skala gaji dan bonus yang diberikan. Orientasikan tujuan Anda pada belajar, kinerja, karya dan hubungan positif dengan semua orang, maka pertumbuhan karir dan gaji akan mengikutinya.

3. Menghindari Zona Nyaman

Banyak sekali karyawan yang menginginkan bekerja menetap di perusahaan yang sama dan pada posisi yang sama hingga puluhan tahun. Mereka menyebut hal ini dengan kata “Loyalitas”. Dari sudut pandang rekruitmen tentu perusahaan diuntungkan karena tidak akan memgeluarkan biaya untuk mencari karyawan baru. Lantas, bagaimana dengan gaji yang Anda peroleh? Apakah cukup untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan harapan Anda?

Jika kita berhitung dengan usia dan status pribadi yang disandang, setiap kebutuhan seseorang selalu meningkat dalam periode tertentu. Misalnya, saat ini Anda belum menikah, tinggal di kota Jakarta dan digaji sebesar Rp. 3.000.000. Mungkin gaji tersebut cukup untuk menghidupi diri Anda sendiri. Lantas, bagaimana bila Anda sudah menikah, memiliki anak dan mereka semua harus diberikan kebutuhan dasar dan pendidikan yang layak? Tentu Anda menginginkan besaran gaji sesuai dengan yang Anda harapkan. Kuncinya, jangan terjebak dengan kata “Loyalitas” dan “Zona nyaman”. Anda lah yang berhak untuk mengatur dan merencanakan kehidupan Anda. Bila memang Anda melihat bahwa di perusahaan Anda tidak ada kesempatan untuk berkarir dan Anda sudah memasuki  tahun ketiga di posisi saat ini, maka cobalah untuk mencari peluang pada sister hotel dalam manajemen group yang sama dengan posisi di atas dari posisi Anda, sehingga gaji Anda pun akan terkerek naik. Catatannya, Anda harus  memiliki kinerja yang baik dan sudah mempelajari seluk beluk pekerjaan pada posisi yang dilamar.

4. Kembangkan Karir Anda

Proses pengembangan karir tidak harus selalu ke atas (vertikal), namun bisa juga secara horizontal. Banyak para karyawan dengan tipe “pembelajar” dan “loyal” terhadap perusahaannya yang sukses meniti karirnya pada perusahaan yang sama dengan cara mengembangkan karirnya secara horizontal, yakni berpindah dari departemen A ke Departemen B di level posisi yang sama.

Coba banyakan bila Anda menempati posisi yang sama selama bertahun-tahun lamanya tanpa ada tantangan baru? Apa yang Anda rasakan? Pastinya Anda hanya akan mengerjakan hal-hal yang bersifat “rutin” dan pada akhirnya Anda tidak bisa “mempelajari” hal-hal baru. Sisi positif bila Anda berpindah ke departemen atau unit lain, maka besar kemungkinan Anda akan berhubungan dengan atasan baru, karyawan baru dan pekerjaan yang baru, sehingga “Kompetensi” dan “Motivasi” Anda akan bertambah. Bila kinerja Anda baik, maka kemungkinan besar Anda akan dapat dipromosikan ke level posisi yang lebih tinggi dan tentunya gaji Anda akan mengikutinya.

Kesimpulannya adalah gunakan kesempatan yang Anda miliki sebaik-baiknya, fokuskan dan rencanakan tujuan Anda untuk meniti impian Anda, hindari zona nyaman, gunakan model pengembangan karir secara vertikal dan horizontal, terus belajar dan tingkatkan level kompetensi Anda dan niscaya gaji yang Anda terima akan berbanding lurus dengan pertumbuhan karir Anda.

Hidup Anda tergantung pada Anda, bukan perusahaan tempat Anda bekerja. Pada umumnya, mereka hanya akan memberikan kesempatan kepada karyawan terbaik yang selalu memiliki kinerja dan perilaku positif untuk bersama-sama mengembangkan usaha mereka. Then, make yourself smart people.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×