Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo No. 42, Sekarsuli, Klaten Utara, Jawa Tengah, Indonesia.
(0272) 335 2002
training.vhsklaten@gmail.com

Peran Hotel dalam Pembangunan Daerah

Mencetak Lulusan Siap Kerja di Hotel & Kapal Pesiar

Peran Hotel dalam Pembangunan Daerah

Keberadaan hotel merupakan salah satu element penggerak pembangunan daerah. Yap, hotel juga turut berperan dan membantu pemerintah daerah untuk memajukan dan menggerakkan roda ekonomi dan geliat bisnis industri pariwisata di daerahnya. Lalu, Apa saja sih peran hotel bagi pembangunan daerah? Yuk disimak biar tambah pengetahuan

Menaikkan Jumlah PAD Pendapatan Asli Daerah

Pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah yang berasal dari hotel dapat menaikkan jumlah pendapatan asli daerah dimana hotel tersebut berdiri. Perlu teman-teman ketahui bahwa pajak yang berasal dari hotel merupakan pos pendapatan terbesar bagi pemerintah daerah. Apa iya sih pajak yang berasal dari hotel merupakan pos pendapatan terbesar bagi pemerintah daerah?

Berikut adalah ilustrasi dari Daily Revenue  Report (Laporan Pendapatan Harian, karena tamu dikenakan pajak dari harga yang dibayar).

Nama Hotel : Hotel X

Kelas Bintang : 3

Lokasi Hotel : Kota Y, Provinsi Z

Harga Kamar (Room Rate) : IDR 350.000 ++

Jumlah Kamar : 100

Kamar Terjual Hari Ini : 75% (75 Occupancy)

Berikut ilustrasi pendapatannya :

Room                                 : Rp 150.000.000

Food                                  : Rp 55.000.000

Beverage                           : Rp 25.000.000

Laundry                              : Rp 5.000.000

Miscellanous                      : Rp 15.000.000

Total Revenue                                : Rp 250.000.000

Service Charge 10%                      : Rp 25.000.000

 

Pajak Hotel dan Restoran

= (10% x  total revenue) + ( 10% x service charge)

= Rp 25.000.000 (pajak dari pendapatan hotel) + Rp 2.500.000 (pajak service charge yang dibagikan kepada karyawan)

Jadi, total pajak yang harus dibayarkan oleh Hotel X kepada Pemerintah Kota Y  adalah Rp 27.500.000 per hari.

Andai saja Daily Revenu teersebut jumlahnya sama setiap hari, maka dalam 1 bulan saja pajak hotel dan restoran yang dipungut oleh pemerintah daerah adalah Rp 825.000.000 untuk satu hotel dan apabila di daerah tersebut terdapat 20 hotel (asumsi daily revenue tiap hotel sama) maka pajak yang dipungut oleh pemerintah  adalah sebesar Rp 16.500.000.000 atau Rp 16,5 Milyar rupiah per bulan. Sungguh angka yang fantasis bukan?

Dengan demikian Pendapatan Asli Daerah Kota Y tersebut meningkat sebesar 16,5 Milyar rupiah dari Pos pajak hotel dan restoran. Besar bukan? Coba banyangkan kalau buat beli Es Cendol? Bisa tenggelem itu Kota Y, hhahaha.

Pantas saja industri perhotelan terus berkembang dengan pesatnya, apalagi Indonesia adalah pusat wisata yang banyak didatangi turis manca negara.

Mengurangi jumlah penduduk yang menganggur

Dengan dibangunnya hotel, maka akan terbuka lowongan kerja bagi penduduk daerah yang ingin berkarir di dunia hotel. Cara yang paling sederhana bagi pihak manajemen hotel untuk membantu pemerintah daerah didalam mengatasi pengangguran adalah membuka lowongan yang dikhususkan untu masyarakat atau penduduk di daerah tersebut. Tiap daerah memiliki aturan yang berbeda.

Dengan banyaknya jumlah karyawan di hotel yang berasal dari penduduk disekitar hotel, maka penduduk yang menganggur pun semakin berkurang. Contohnya misalkan rasio jumlah karyawan dengan jumlah kamar Natatel Hotel tersebut adalah 0.6 saja, maka akan ada sekitar 60 Karyawan yang bekerja dan bepotensi bertambah ketika tingkat hunian meningkat.

Jadi, jika ada 20 hotel dikota Kendal, maka akan ada sekitar 1.200 karyawan yang bekerja diaektor perhotelan.

Menggairahkan kembali potensi wisata daerah

Keberadaan hotel di daerah dapat menggairahkan kembali potensi wisata daerah yang lesu dan terbengkalai karena minimnya wisatawan. Pihak hotel dapat membantu pemerintah daerah dalam mempromosikan objek wisata dengan cara menawarkan paket city tour kepada tamu hotel. Keberadaan hotel juga mempermudah dinas pariwisata daerah untuk membuat program pembangunan kawasan wisata sehingga objek wisata yang tadinya sepi pengunjung dan kurang terawat bisa dipercantik dan diperindah sehingga wisatawan pun tertarik untuk berlibur dan berwisata di objek tersebut.

Selain itu, dengan effort yang dilakukan hotel dalam pemasarannya, maka hotel juga berperan dalam mendatangkan wisatawan yang dampaknya mereka bisa kemana-mana, misal Jalan-jalan ke Curug Sewu dengan melihat keindahan alam kota kendal atau jalan-jalan ke

Ketika mereka berwisata dan berada dikota, maka Taxi Kendal akan maju, para UKM ditempat wisata juga akan kecipratan rejeki, para supplier sayur mayur, percetakan dan berbagai macam snowball impact lainnya juga akan kelimpahan rejeki. Jadi, dengan keberadaan hotel maka sangat besar nilai ekonomi makro yang dihasilkan, karena dapat menggerakkan berbagai macam sektor industri di daerah.

Namun demikin, untuk memastikan bisnis hotel dapat bertahan, maka pemerintah setempat wajib membatasi jumlah hotel. Intinya tidak asal obral ijin, tapi berdasarkan kajian yang mendalam. Sehingga hotel dapat menerapkan etika penjualan dan menghindari perang harga yang kian marak, sehingga para profesi perhotelan bisa bersatu padu dalam membantu pemerintah dalam memberikan berbagai kontribusi diatas.

Mempromosikan dan memperkuat identitas daerah

Di era yang serba canggih ini identitas daerah semakin tenggelam oleh identitas dari negara lain karena dianggap kuno dan tidak modern oleh masyarakatnya sendiri sehingga lambat laun daerah tersebut tidak memiliki lagi identitas atau ciri khas nya, padahal jika digali akan banyak yang bisa ditemukan.

Nah, dengan adanya hotel, maka potensi-potensi daerah bisa tonjolkan dan dipromosikan keluar kota. Misalnya, di Kota Y mempromosikan budaya Syawalan yang diadakan selepas Idul Fitri. Jika jumlah hotel mencukupi, maka turis pun akan datang karena fasilitas akomodasi sudah terpenuhi.

Peran Hotel adalah turut serta membantu pemerintah daerah untuk mempromosikan dan memperkuat identitas daerah seperti makanan daerah, kebudayaan daerah, dan baju adat daerah. Contohnya adalah pemakaian corak batik  parang pada uniform karyawan hotel di Daerah D, menampilkan menu makanan daerah secara berkualitas dan bercita rasa sesuai standard hotel dan memperdengarkan musik daerah di lobby hotel dan di restaurant seperti alunan gamelan. Sehingga, identitas daerah dan ciri khas daerah dapat tetap terjaga walaupun di tengah gempuran kebudayaan dari negara lain.

Oleh karena itu, dalam Proses Sertifikasi Usaha Perhotelan, terdapat unsur yang mensyaratkan bahwa hotel bekerja sama dengan UKM setempat yang menjual berbagai ciri khas untuk menaikkan citra dan nilai ekonomis daerah.

Itulah beberapa peran hotel dalam pembangunan daerah khususnya di bidang ekonomi dan pariwisata. Oleh karena itu, sebagai generasi Jempolier, sudah sepantasnya kita menjaga bisnis di hotel kita agar keberlangsungan ekonomi dan kesejahteraan dapat terwujud.

Jadi  dengan adanya hotel, pembangunan daerah menjadi meningkat sehingga manfaat dari pembangunan tersebut dapat langsung dirasakan oleh masyarakat seperti dana kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu sehingga masyarakat mendapatkan perawatan yang layak di rumah sakit daerah, anak-anak juga terjamin pendidikannya sampai tamat SMA karena besarnya PAD yang dapat dialokasikan ke sektor kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Pesan penulis adalah Jadilah pihak manajemen hotel yang peduli terhadap lingkungannya salah satunya adalah Taat dalam membayar Pajak.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Powered by WhatsApp Chat

×